Minggu, 25 Desember 2016

Makalah TI- Tugas pertama Ti versi .docx

Edit Posted by with No comments
Yang pertama yang saya upload adalah makalah dengan format file PDF di bawah ini adalah versi .docx nya.

Tugas Makalah TI versi .docx

Tugas TI ke-5 Daftar Hadir

Edit Posted by with No comments
Berbagai hal dapat dilakukan dalam Ms. Excel yang berhubungan dengan perhitungan, salah satunya adalah daftar hadir seprti di bawah ini.

Daftar Hadir

Tugas TI ke-4 Fungsi Logika IF

Edit Posted by with No comments
Fungsi IF adalah fungsi logika dalam Microsoft Excel yang sering digunakan karena kemudahan penggunaannya untuk menyelesaikan pernyataan yang berhubungan dengan Logika. Di bawah ini adalah contoh dari penggunaan fungsi IF.
Fungsi IF adalah fungsi logika dalam Microsoft Excel yang sering digunakan karena kemudahan penggunaannya untuk menyelesaikan pernyataan yang berhubungan dengan Logika.


Sumber: http://www.rumusexcel.com/2014/09/fungsi-logika-if-di-microsoft-excel.html
Fungsi IF adalah fungsi logika dalam Microsoft Excel yang sering digunakan karena kemudahan penggunaannya untuk menyelesaikan pernyataan yang berhubungan dengan Logika.


Sumber: http://www.rumusexcel.com/2014/09/fungsi-logika-if-di-microsoft-excel.html
Fungsi IF adalah fungsi logika dalam Microsoft Excel yang sering digunakan karena kemudahan penggunaannya untuk menyelesaikan pernyataan yang berhubungan dengan Logika.


Sumber: http://www.rumusexcel.com/2014/09/fungsi-logika-if-di-microsoft-excel.html

Fungsi Logika IF

Tugas TI ke-3 Denah dari rumah ke kampus

Edit Posted by with No comments
Denah adalah gambar yang menunjukkan letak kota, jalan, dan sebagainya. Denah juga bisa diartikan sebagai gambar rancangan untuk rumah, bangunan, dan lain-lain. Di bawah ini adalah denah dari rumah saya ke kampus UNNIGAL.

Denah dari rumah ke kampus

Tugas TI ke-2 Microsoft equation 3.0

Edit Posted by with No comments

Equation editor adalah sebuah aplikadi MS OFFICE WORD yang fungsinya membantu kita dalam membuat rumus-rumus matematika,persamaan,akar pangkat kuadrat,rumus kimia,dan sejenisnya.

 di bawah ini adalah salah satu tugas microsoft equation 3.0

Microsoft equation 3.0

Sabtu, 24 Desember 2016

Tugas Ke Satu- Makalah TI (Teknologi Informasi)

Edit Posted by with No comments
Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang membahas tentang “Teknologi Informasi Dan Komunikasi” dengan baik dan tepat pada waktunya. 

Makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Teknologi Informasi (TI). Selain itu, tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiswa dan masyarakat mengenai Teknologi Informasi Dan Komunikasi. 

Penulis telah berusaha menyelesaikan makalah ini dengan semaksimal mungkin namun masih banyak terdapat kekurangan. Semoga dengan dibuatnya makalah ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan baru mahasiswa dan masyarakat mengenai Teknologi Informasi Dan Komunikasi  

Bahasan ppada makalah ini terdiri dari 4 Pokok bahasan sebagai berikut :

  1. Sejarah Teknologi Informasi dan Komunikasi 
  2. Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi 
  3. Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi 
  4. Dampak Positif dan Negatif Teknologi Informasi dan Komunikasi
 Untuk makalah lengkapnya bisa di lihat pada link berikut :
Tugas Makalah TI

Kamis, 15 Desember 2016

Biodata Pemilik Blog

Edit Posted by with No comments

BIODATA


Nama                        : Ade Fitriyani
NPM                        : 2119160043
Tkt/Kls                     : I/IA Biologi
Perti/Prodi                : Pendidikan Biologi
Agama                      : Islam
Hobby                      : Membaca, nonton, mendengarkan musik
Status                       : Mahasiswa
Motto Hidup            : Kerja keras adalah kata lain dari keajaiban
Alamat Rumah         : Dsn. Balong, Ds. Sirnajaya, Kec. Rajadesa, Kab. Ciamis, Prov. Jawa Barat
Tlp/HP                      : 082214392288
Email                        : ade.fitriyani46@yahoo.com
Web/Blog                 : adefitriyanibiologi.blogspot.com

RIWAYAT PENDIDIKAN
1.        SDN 3 Sirnajaya 2004-2009
2.        SMPN 1 Rajadesa 2009-2012
3.        SMKN 1 Rajadesa 2012-2015
4.        Universitas Galuh 2016-sekarang
PENGALAMAN BERORGANISASI:
1.      Pramuka
2.      Osis

Selasa, 13 Desember 2016

Manfaat / Khasiat Daun dan Bunga Chrysant

Edit Posted by with No comments

Manfaat / Khasiat Daun dan Bunga  Chrysant



Tanaman krisan mempunyai nama latin Crhysantemum, pada dasarnya merupakan tanaman bunga hias. Tanaman yang berasal dari dataran Cina ini sering disebut Seruni atau Bunga emas (Golden Flower). Krisan kuning berasal dari dataran Cina, dikenal dengan Chrysanthemum indicum (warna kuning), Chrysanthemum morifolium (warna ungu dan pink) dan Chrysanthemum daisy (bulat, ponpon). Bunga krisan masih tergolong ke dalam famili yang sama dengan bunga aster dan daisy, yaitu famili Asteraceae.

Beberapa manfaat dan khasiat dari tanaman krisan ini antara lain adalah sebagai berikut:

1. Sebagai bunga hias

Ini adalah manfaat utama bunga krisan yang dimanfaatkan oleh kebanyakan manusia. Sebagai bunga hias, krisan di Indonesia digunakan sebagai bunga pot dan bunga potong


2. Dapat dijadikan sebagai obat tradidional untuk mengatasi sakit batuk, nyeri perut oleh angin, dan sakit kepala akibat peradangan rongga sinus

Hal ini dipaparkan oleh seorang kesehatan Filipina bernama Herminia de Guzman Ladion, dia memasukkan krisan sebagai salah satu jenis tanaman obat penyembuh ajaib.

Ramuan tradisionalnya adalah sebagai berikut:

a. Sakit batuk produktif akibat kongesti dan bronkhitis
Diobati dengan rebusan 1 mangkuk daun dan bunga krisan (Chrysanthemum indicum) kering dalam 2 gelas air selama 15 menit, kemudian air rebusan tadi diminum. Dosis anjuran adalah setiap jam meminum 1/2 mangkuk (dewasa), 1/4 mangkuk (anak umur 7-12 tahun), 2 sendok makan (anak umur 2-6 tahun), atau satu sendok teh (bayi).

b. Nyeri perut karena angin yang berlebihan dalam perut dan usus
Dapat diobati dengan daun krisan yang dirajang atau ditumbuk, kemudian dicampur dengan minyak kelapa. Ramuan tersebut digosokan pada perut dengan menggunakan kain kebat, lalu dibiarkan selama semalam atau minimal 4 jam.

3. Sebagai tanaman penghasil racun serangga alami.

Jenis tanaman krisan Chrysanthemum cinerariaefolium VS mengandung zat pyrethrin yang sangat beracun bagi aneka macam serangga, tetapi tidak merupakan racun bagi hewan berdarah panas. Oleh karena itu zat pyrethrin dapat digunakan antara lain sebagai campuran bahan pembuat obat nyamuk.

4. Dapat disajikan sebagai teh yang nikmat dan kaya manfaat

Krisan jenis Chrysanthemum morifolium atau Chrysanthemum indicum, yang berwarna putih atau kuning bisa dijadikan teh krisan atau Chrysanthemum Tea. Khasiatnya untuk menyembuhkan influenza, jerawat dan mengobati panas dalam dan sakit tenggorokan. Bisa juga digunakan untuk obat demam, mata panas dan berair, pusing-pusing, serta untuk membersihkan liver. Selain itu teh krisan bermanfaat untuk penyembuhan jantung koroner, hiperkolesterol (kolesterol tinggi), mengurangi rasa sakit pada penderita radang hati. Manfaat tersebut didapatkan karena krisan mengandung vitamin C, beta karotene, kalsium, serat, zat besi, kalium, dan magnesium.
Cara untuk membuat teh krisan adalah sebagai berikut:
- Bahan :
  1. Daun atau bunga krisan secukupnya sesuai dengan kebutuhan.
- Cara membuat :
  1. Cuci bersih daun/bunga krisan dengan air mengalir (pencucian hingga 5 kali).
  2. Selanjutnya daun dilayukan dengan cara menggosok daun dengan gilingan kayu atau botol, lalu kering anginkan.
  3. Sedangkan bungan krisan untuk teh perlu dikukus dahulu untuk pelayuan.
  4. Selanjutnya dilakukan pengeringan menggunakan sinar matahari langsung atau oven dengan suhu 60 derajat C selama 24 jam hingga daun atau bunga kering.
  5. Selanjutnya dikemas untuk siap digunakan sebagai teh.

Sumber : http://manfaat33.blogspot.co.id/2013/10/manfaat-khasiat-daun-dan-bunga-krisan.html

Kenali Berbagai Jenis Bunga Chrysan dan Manfaatnya

Edit Posted by with No comments
Kenali Berbagai Jenis Bunga Chrysan dan Manfaatnya




Seiring berkembangnya zaman, variasi tanaman bunga hias pun semakin populer dimanfaatkan. Salah satu tanaman bunga hias yang digemari di dunia adalah bunga chrysant, yakni merupakan jenis bunga perdu yang berasal dari dataran Cina. Bunga ini sangat kaya akan variasi warna dan bentuk indah yang memiliki banyak kelopak bunga. Maka tidak heran jika banyak orang yang menyukai, membudidayakan dan juga memanfaatkannya.

Bunga ini dapat digolongkan pada dua jenis yaitu:

    crisan spray yang berbunga berukuran kecil sebanyak 10-20 kuntum dalam satu tangkai
    crisan standard yang berbunga besar hanya satu kuntum pada satu tangkai.

Selain itu, bunga crisan memiliki banyak varietas, diantaranya:

    a.      Crisan lokal atau crisan kuno

Memiliki siklus hidup antara 7-12 bulan dalam satu kali penanaman, contohnya: crisan maximum berbunga kuning dan putih.

    b.      Crisan introduksi atau crisan hibrida (crisan modern)

Memiliki siklus hidup yang pendek dan bersifat sebagai tanaman annual, contohnya: crisan indicum hybr dark flamingo, hbyr dolaroid, hbyr indianapolis cossa (berbunga kuning), fleyer (berbunga putih), clingo, alexandra van zaal (berbunga merah), crisan morifolium (berbunga ungu), dan pink pingpong (berbunga pink).

Adapun berbagai jenis spesies crisan lainnya, seperti crisan morifolium ramat, daisy, indicum, dobel, reagon, pearl cindy (putih kemerah-merahan), white cindy (putih dan tengahnya warna hijau), lilac cindy (pink keungu-unguan), pink paso, salmon impala, ellen van Langen, gold van Langen, applause (kuning cerah), improfed funshine, green peas, breedes, cheetah, inga, klondike, peach fiji, dan Yellow puma.

Dari berbagai variasi crisan, secara umum bunga ini berarti kasih sayang, kegembiraan, pujian, kekaguman dan persahabatan. Adapun arti khusus dari setiap warna, diantaranya:

-          Krisan perak: cinta kepada sahabat

-          Krisan merah: cinta kepada lawan jenis

-          Krisan putih: kejujuran, kebenaran dan kesetiaan

-          Krisan ungu: keinginan kuat untuk sehat

-          Krisan kuning dianggap sebagai cinta yang bertepuk sebelah tangan

Bunga ini diminati banyak orang karena memiliki banyak fungsi, yaitu:

  • Sebagai tanaman hias dan tanaman pot di taman, halaman dan teras rumah.
  • Sebagai tanaman potong ditaruh di berbagai vas bunga sebagai penghias meja dan ruangan, serta digunakan sebagai hiasan atau dekorasi dinding untuk berbagai acara.
  • Rangkaian bunga krisan sebagai bunga papan untuk ucapan selamat dan peresmian gedung, perkantoran, hotel, maupun restaurant.
  • Sebagai bahan pewangi minuman teh agar lebih nikmat.
  • Sebagai insektisida, nematisida dan fungisida.
  • Sebagai obat tradisional serta penghasil racun serangga, seperti nyamuk, lalat, kutu dan hama gudang.Bonggol bunganya mengandung piretrin sebagai racun pengusir dan pembunuh nyamuk.
Sumber : http://tanamanbunga.com/kenali-berbagai-jenis-bunga-crisan-dan-manfaatnya.html

Cara Budidaya Bunga Krisan

Edit Posted by with No comments
 Cara Budidaya Bunga Krisan

bunga krisan
bunga krisan
Pembibitan Bunga Krisan
1) Persyaratan Bibit
Bibit diambil dari induk sehat, berkualitas prima, daya tumbuh tanaman kuat,
bebas dari hama dan penyakit dan komersial di pasar.
2) Penyiapan Bibit
Pembibitan krisan dilakukan dengan cara vegetatif yaitu dengan anakan, setek
pucuk dan kultur jaringan.

a) Bibit asal anakan
b) Bibit asal stek pucuk
Tentukan tanaman yang sehat dan cukup umur. Pilih tunas pucuk yang tumbuh
sehat, diameter pangkal 3-5 mm, panjang 5 cm, mempunyai 3 helai daun
dewasa berwarna hijau terang, potong pucuk tersebut, langsung semaikan atau
disimpan dalam ruangan dingin bersuhu udara 4 derajat C, dengan kelembaban
30 % agar tetap tahan segar selama 3-4 minggu. Cara penyimpanan stek
adalah dibungkus dengan beberapa lapis kertas tisu, kemudian dimasukan ke
dalam kantong plastik rata-rata 50 stek.
c) Penyiapan bibit dengan kultur jaringan
Tentukan mata tunas atau eksplan dan ambil dengan pisau silet, stelisasi mata
tunas dengan sublimat 0,04 % (HgCL) selama 10 menit, kemudian bilas dengan
air suling steril. Lakukan penanaman dalam medium MS berbentuk padat. Hasil
penelitian lanjutan perbanyakan tanaman krisan secara kultur jaringan:
1. Medium MS padat ditambah 150 ml air kelapa/liter ditambah 0,5 mg NAA/liter
ditambah 1,5 mg kinetin/liter, paling baik untuk pertumbuhan tunas dan akar
eksplan. Pertunasan terjadi pada umur 29 hari, sedangkan perakaran 26
hari.
2. Medium MS padat ditambah 150 ml air kelapa/liter ditambah 0,5 mg NAA/liter
ditambah 0,5 BAP/liter, kalus bertunas waktu 26 hari, tetapi medium tidak
merangsang pemunculan akar.
3. Medium MS padat ditambah 0,5 mg NAA/liter ditambah 0,5-0.2 mg
kinetin/liter ditambah 0,5 mg NAA/liter ditambah 0,5-2,0 BAP/liter pada
eksplan varietas Sandra untuk membentuk akar pada umur 21-31 hari.
Penyiapan bibit pada skala komersial dilakukan dengan dua tahap yaitu:
a) Stok tanaman induk
Fungsinya untuk memproduksi bagian vegetatif sebanyak mungkin sebagai
bahan tanaman Ditanam di areal khusus terpisah dari areal budidaya. Jumlah
stok tanaman induk disesuaikan dengan kebutuhan bibit yang telah
direncanakan. Tiap tanaman induk menghasilkan 10 stek per bulan, dan
selama 4-6 bulan dipelihara memproduksi sekitar 40-60 stek pucuk. Pemeliharaan kondisi lingkungan berhari panjang dengan penambahan cahaya
4 jam/hari mulai 23.30–03.00 lampu pencahayaan dapat dipilih Growlux SL 18
Philip.
b) Perbanyakan vegetatif tanaman induk.
1. Pemangkasan pucuk, dilakukan pada umur 2 minggu setelah bibit ditanam,
dengan cara memangkas atau membuang pucuk yang sedang tumbuh
sepanjang 0,5-1 cm.
2. Penumbuhan cabang primer. Perlakuan pinching dapat merangsang
pertumbuhan tunas ketiak sebanyak 2-4 tunas. Tunas ketiak daun dibiarkan
tumbuh sepanjang 15-20 cm atau disebut cabang primer.
3. Penumbuhan cabang sekunder. Pada tiap ujung primer dilakukan
pemangkasan pucuk sepanjang 0,5-1 cm, pelihara tiap cabang sekunder
hingga tumbuh sepanjang 10-15 cm.
3) Teknik Penyemaian Bibit
a) Penyemaian di bak
Siapkan tempat atau lahan pesemaian berupa bak-bak berukuran lebar 80 cm,
kedalaman 25 cm, panjang disesuaikan dengan kebutuhan dan sebaiknya bak
berkaki tinggi. Bak dilubangi untuk drainase yang berlebihan. Medium semai
berupa pasir steril hingga cukup penuh. Semaikan setek pucuk dengan jarak 3
cm x 3 cm dan kedalaman 1-2 cm, sebelum ditanamkan diberi Rotoon (ZPT).
Setelah tanam pasang sungkup plastik yang transparan di seluruh permukaan.
b) Penyemaian kultur jaringan
Bibit mini dalam botol dipindahkan ke pesemaian beisi medium berpasir steril
dan bersungkup plastik tembus cahaya.
4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
Pemeliharaan untuk stek pucuk yaitu penyiraman dengan sprayer 2-3 kali sehari,
pasang bola lampu untuk pertumbuhan vegetatif, penyemprotan pestisida apabila
tanaman di serang hama atau penyakit. Buka sungkup pesemaian pada sore hari
dan malam hari, terutama pada beberapa hari sebelum pindah ke lapangan.
Pemeliharaan pada kultur jaringan dilakukan di ruangan aseptik, setelah bibir
berukuran cukup besar, diadaptasikan secara bertahap ke lapangan terbuka.
5) Pemindahan Bibit
Bibit stek pucuk siap dipindahtanamkan ke kebun pada umur 10-14 hari setelah
semai dan bibit dari kultur jaringan bibit siap pindah yang sudah berdaun 5-7 helai
dan setinggi 7,5-10 cm.
Pengolahan Media Tanam Bunga Krisan
1) Pembentukan Bedengan
Olah tanah dengan menggunakan cangkul sedalam 30 cm hingga gembur,
keringanginkan selama 15 hari. Gemburkan yang kedua kalinya sambil
dibersihkan dari gulma dan bentuk bedengan dengan lebar 100-120 cm, tinggi 20-
30 cm, panjang disesuaikan dengan lahan, jarak antara bedengan 30-40 cm.
2) Pengapuran
Tanah yang mempunyai pH > 5,5, perlu diberi pengapuran berupa kapur pertanian
misalnya dengan dolomit, kalsit, zeagro. Dosis tergantung pH tanah. Kebutuhan
dolomit pada pH 5 = 5,02 ton/ha, pH 5,2 = 4,08 ton/ha, pH 5,3 = 3,60 ton/ha, pH
5,4 = 3,12 ton/ha. Pengapuran dilakukan dengan cara disebar merata pada
permukaan bedengan.
Teknik Penanaman Bunga Krisan
1) Teknik Penanaman Bunga Potong
a) Penentuan Pola Tanam.
Tanaman bunga krisan merupakan tanaman yangdapat dibudidayakan secara
monokultur.
b) Pembuatan Lubang Tanam
Jarak lubang tanam 10 cm x 10 cm, 20 cm x 20 cm. Lubang tanam dengan cara
ditugal. Penanaman biasanya disesuaikan dengan waktu panen yaitu pada
hari-hari besar. Waktu tanam yang baik antara pagi atau sore hari.
c) Pupuk Dasar
Furadan 3G sebanyak 6-10 butir perlubang. Campuran pupuk ZA 75 gram
ditambah TSP 75 gram ditambah KCl 25gram (3:3:1)/m2 luas tanam, diberikan
merata pada tanah sambil diaduk.
d) Cara Penanaman
Ambil bibit satu per satu dari wadah penampungan bibit, urug dengan tanah
tipis agar perakaran bibit krisan tidak terkena langsung dengan furadan 3G.
Tanamkan bibit krisan satu per satu pada lubang yang telah disiapkan sedalam
1-2 cm, sambil memadatkan tanah pelan-pelan dekat pangkal batang bibit.
Setelah penanaman siram dengan air dan pasang naungan sementara dari
sungkup plastik transparan.
2) Teknik Penanaman untuk Memperpendek Batang
Penanaman dilakukan sama dengan untuk bunga potong biasa, tetapi dengan
menambah cahaya agar tangkai menjadi pendek.
a) Pengaturan dan Penambahan Cahaya
Dilakukan sampai batas tertentu dengan ketinggian tanaman yang dinginkan.
Misalnya, bila diinginkan bunga krisan bertangkai 70 cm, maka penambahan
cahaya sejak ketinggian 50-60 cm. Lampu dimatikan. Periode berikutnya
beralih ke generatif. Tangkai bunga memanjang mencapai 80 cm. Bila dipanen
tangkainya 70 cm, maka tangkai bunga yang tersisa adalah 10 cm pada
tanaman. Total lama penyinaran sejak bibit ditanam sampai periode generatif
antara 12-15 minggu tergantung varietas krisan.
Cara pengaturan dan penambahan cahaya yaitu dengan pola byarpet, yaitu
pencahayaan malam selama 5 menit lalu dimatikan selama 1 menit dilakukan
secara berulang-ulang hingga mencapai 30 menit. Cara lain pengaturan dan
penambahan cahaya adalah dengan memasang lampu TL pada tengah malam
mulai pukul 22.30-01.00.
b) Pemupukan
Waktu pemupukan dimulai umur 1 bulan setelah tanam, kemudian diulang
kontinue dan periodik seminggu sekali, dan akhirnya sebulan sekali. Jenis dan
dosis pupuk yang diberikan pada fase vegetatif yaitu Urea 200 gram ditambah
ZA 200 gram ditambah KNO3 100 gram per m2 luas lahan. Pada fase Generatif
digunakan pupuk Urea 10 gram ditambah TSP 10 gram ditambah KNO3 25
gram per m2 luas lahan, cara pemberiannya dengan disebar dalam larikan atau
lubang ditugal samping kiri dan samping kanan.
c) Pembuangan Titik Tumbuh
Waktu pembuangan titik tumbuh adalah pada umur 10-14 hari setelah tanam,
dengan cara memotes ujung tanam sepanjang 5 cm.
d) Penjarangan Bunga
Jika ingin mendapatkan bunga yang besar, dalam 1 tangkai bunga hanya
dibiarkan satu bakal bunga yang tumbuh.
3) Teknik Penanaman untuk Bunga Pot
Sebanyak 5-7 Bibit yang telah berakar ditanam di dalam pot yang berisi media
sabut kelapa (hancur) atau campuran tanah dan sekam padi (1:1). Untuk
memperpendek batang, pot-pot ini ditumbuhkan selama 2 minggu dengan
penyinaran 16 jam/hari.
Untuk merangsang pembungaan, pot-pot kemudian diberi pencahayaan pendek
dengan cara menutupnya di dalam kubung dari jam 16.00-22.00. Selama
pertumbuhan tanaman diberi pupuk cir multihara lengkap. Pembungaan ini dapat
pula dipacu dengan menambahkan hormon tumbuh giberelin sebanyak 500 ppm
pada saat penyinaran pendek.
Untuk mendapatkan bunga yang besar dan jumlahnya sedikit, bakal bunga dari
setiap batang perlu diperjarang dengan hanya menyisakan satu kuncup bunga.
Dengan cara ini akan didapatkan krisan pot dengan 5-7 bunga yang mekar
bersamaan.
Pemeliharaan Tanaman Bunga Krisan
1) Penjarangan dan Penyulaman
Waktu penyulaman seawal mungkin yaitu 10-15 hari setelah tanam. Penyulaman
dilakukan dengan cara mengganti bibit yang mati atau layu permanen dengan bibit
yang baru.
2) Penyiangan
Waktu penyiangan dan penggemburan tanah umumnya 2 minggu setelah tanam.
Penyiangan dengan cangkul atau kored dengan hati-hati membersihkan rumputrumput
liar.
3) Pengairan dan Penyiraman
Pengairan yang paling baik adalah pada pagi atau sore hari, pengairan dilakukan
kontinu 1-2 kali sehari, tergantung cuaca atau medium tumbuh. Pengairan
dilakukan dengan cara mengabutkan air atau sistem irigasi tetes hingga tanah
basah.

9 MANFAAT KESEHATAN DAN NUTRISI TEH BUNGA CHRYSANT

Edit Posted by with No comments
9 Manfaat Kesehatan & Nutrisi Teh Krisan (Chrysanthemum)




Orang Cina adalah yang pertama menyadari manfaat kesehatan dari teh krisan (chrysanthemum).

Teh ini lazim diseduh dari bunga atau daun segar dari variates bunga krisan putih dan kuning.

Apa saja kandungan gizi dan manfaat teh krisan? Berikut ulasannya.
Informasi Gizi Teh Krisan

Berikut adalah beberapa nutrisi yang terkandung dalam teh krisan:

1. Teh krisan memiliki kandungan tinggi β-karoten yang umum terdapat dalam herbal dan buah-buahan berwarna kuning dan oranye.

Sebentuk dari vitamin A ini selain mampu meringankan penyakit kulit juga penting menjaga kesehatan mata serta mencegah kebutaan.

2. Teh krisan kaya dengan berbagai vitamin B seperti kolin yang membantu metabolisme lemak, folacin yang berfungsi mendorong perkembangan dan replikasi sel, niacin yang sangat diperlukan oleh sistem saraf dan saluran pencernaan, serta riboflavin yang mencegah pertumbuhan struktural abnormal.

3. Minuman herbal ini mengandung vitamin C yang tidak hanya mencegah penyakit kulit, tetapi juga bertindak sebagai perisai terhadap penyakit mata dan flu biasa.

4. Teh krisan juga penuh dengan berbagai mineral seperti kalsium (untuk tulang dan gigi), besi (untuk transportasi oksigen oleh darah), magnesium (untuk kinerja hampir 300 operasi tubuh yang berbeda) dan kalium (untuk fungsi kardiovaskular yang sehat dan regulasi tekanan darah).

5. Teh ini juga mengandung glikosida, adenin dan berbagai varian asam amino.
Manfaat Kesehatan Teh Krisan

Berikut adalah berbagai manfaat kesehatan teh krisan:

1. Kandungan vitamin C dalam teh krisan dikenal efektif meredakan pilek dan mengurangi nyeri sinusitis.

Selain itu, krisan juga merupakan antivirus kuat sehingga membantu penyembuhan flu.

2. Teh krisan diketahui ampuh melawan dermatomikosis, pseudomonas aeruginosa, shigella dysenteriae, staphylococcus aureus, dan streptococcus haemolyticus B.

3. Teh krisan secara alami tidak mengandung kafein sehingga aman dari berbagai efek samping yang dipicu kafein seperti cemas, mudah marah, dan gugup.

4. Minuman ini merupakan pendingin alami sehingga dapat menurunkan suhu tubuh dalam kondisi demam serta serangan cuaca panas.

5. Teh krisan terbukti bermanfaat menyembuhkan jerawat, sakit kepala, dan sakit gigi ringan.

6. Minuman herbal ini digunakan sebagai pengobatan pendukung untuk aterosklerosis atau penyumbatan arteri jantung dan varises.

7. Teh krisan bisa digunakan sebagai detoksifikasi hati dan menurunkan kadar kolesterol.

8. Teh krisan dikenal karena sifat stimulannya sehingga baik digunakan untuk merangsang otak dan panca indera agar tetap waspada.

9. Teh krisan memiliki fungsi membentengi paru-paru dan membantu masalah pernapasan seperti sesak napas.
 
Sumber : http://www.amazine.co/38130/9-manfaat-kesehatan-nutrisi-teh-krisan-chrysanthemum/

Jenis-Jenis Bunga Chrysant

Edit Posted by with No comments
 JENIS-JENIS BUNGA CHRYSANT


Tanaman hias bunga krisan merupakan bunga potong yang penting di dunia. Prospek budidaya krisan sebagai bunga potong sangat cerah, karena pasar potensial yang dapat berdaya serap tinggi sudah ada. Diantara pasar potensial tersebut adalah Jerman, Inggris, Swiss, Italia, Austria, Amerika Serikat, Swedia dan sebagainya.

Saat ini krisan termasuk bunga yang paling populer di Indonesia karena memiliki keunggulan, yaitu bunganya kaya warna dan tahan lama. Bunga krisan terdiri atas sedikitnya 55 varietas, antara lain Pink Paso Dobel, Reagan, Salmon Impala, Klondike, Gold van Langen, Ellen van Langen, Yellow Puma dan Peach Fiji. Warnanya pun cukup beragam, yaitu merah tua, kuning, hijau, putih, campuran merah putih dan lainnya. Bunga elok itu kesegarannya dapat bertahan tidak layu di vas bunga hingga dua minggu sesudah dipetik.

“Jumlah varietas krisan memang banyak. Tapi, kami tidak menanam kesemuanya, kecuali hanya sekitar 11 jenis. Jenis-jenis itu kami pilih karena permintaan pasar lokal yang memang menyukainya. Dari kesebelas jenis itu, krisan berwarna kuning dan hijau yang paling banyak dicari. Persentasenya mencapai 90 persen, sementara sisanya memilih warna-warna lain,” ungkap Hantoko, pemilik kebun krisan asal Kecamatan Tutur Nongkojajar, Pasuruan, Jawa Timur.
Alhasil, peluang untuk mengembangkan budidaya tanaman krisan, guna memenuhi kebutuhan dalam maupun luar negeri agaknya tetap terbuka. Seiring permintaan bunga potong krisan yang semakin meningkat, maka peluang agribisnis tanaman ini sangat menarik dikembangkan sebagai lahan investasi.

Bila ingin mengembangkan budidaya bunga potong krisan, ada baiknya memahami betul tentang bunga ini, karena pemeliharaannya tergolong gampang-gampang susah. Menurut Hantoko, sebelum memutuskan membuka lahan untuk pembudidayaan krisan pada 2001 silam, ia lebih dulu mempelajari pola tanam hingga pemasaran ke berbagai daerah, bahkan hingga ke Bogor, Jawa Barat.
Ia sadar, membudidayakan krisan tidak segampang apel, agribisnis yang selama ini menjadi andalannya. Krisan, menurutnya, aslinya berasal dari luar negeri, tepatnya dari Belanda. Karena itu, tidak mudah membudidayakannya di sini, kecuali memenuhi persyaratan khusus, agar pengelolaannya tidak susah, dan bisa didapat hasil yang memuaskan.

Syarat-syarat tersebut diantaranya; bunga krisan sangat cocok ditanam pada lahan dengan ketinggian antara 700-1200 di atas permukaan laut (dpl). Namun, meski tanaman krisan membutuhkan air yang memadai, tetapi tidak tahan terhadap terpaan air hujan. Oleh karena itu, untuk daerah yang curah hujannya tinggi, penanaman dilakukan di dalam bangunan rumah plastik. Sedangkan untuk pembungaan membutuhkan cahaya yang lebih lama yaitu dengan bantuan cahaya dari lampu TL dan lampu pijar. Penambahan penyinaran yang paling baik adalah tengah malam antara jam 22.30–01.00 dengan lampu 150 watt untuk areal 9 meter persegi, dan lampu dipasang setinggi 1,5 meter dari permukaan tanah. Periode pemasangan lampu dilakukan sampai fase vegetatif (2-8 minggu) untuk mendorong pembentukan bunga.

Selain itu, suhu udara harus diatur sedemikian rupa. Suhu udara terbaik untuk daerah tropis seperti 

Indonesia adalah antara 20-26 derajat selsius. Toleran suhu udara untuk tetap tumbuh adalah 17-30 derajat selsius. Dan, tanaman krisan membutuhkan kelembaban yang tinggi untuk awal pembentukan akar bibit, setek diperlukan 90-95 persen. Tanaman muda sampai dewasa antara 70-80 persen, diimbangi dengan sirkulasi udara yang memadai. Sementara kadar CO2 di alam sekitar 3000 ppm. Kadar CO2 yang ideal untuk memacu fotosistesa antara 600-900 ppm. Pada pembudidayaan tanaman krisan dalam bangunan tertutup, seperti rumah plastik, greenhouse, dapat ditambahkan CO2, hingga mencapai kadar yang dianjurkan.

Ketika musim panen tiba, juga dibutuhkan ketelitian dalam memanennya. Tanaman krisan mulai berbunga pada umur 10–14 minggu setelah tanam, tergantung pada varietas atau kultivar. Hantoko menyebut, tanaman krisan siap dipanen setelah berumur tiga bulan. Saat panen yang paling tepat untuk krisan standar adalah ketika bunga telah setengah mekar atau 3-4 hari sebelum mekar penuh. Krisan tipe sprai dapat dipanen bila 75-80 persen dari seluruh kuntum bunga dalam satu tangkai telah mekar penuh.

Waktu panen yang paling baik adalah pagi hari saat temperatur udara tidak terlalu tinggi dan saat bunga krisan berturgor optimum. Hal yang penting diperhatikan dalam penentuan waktu panen adalah keadaan bunga tidak basah atau berembun atau sebab lain. Bunga yang basah akan mudah terserang cendawan penyebab penyakit busuk.

Pemanenan bunga krisan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dipotong tangkainya atau dicabut seluruh tanamannya. Setelah itu, dipisahkan tangkai bunga berdasarkan tipe bunga, warna dan varietasnya. Lalu dibersihkan dari daun-daun kering atau terserang hama, dan daun-daun tua pada pangkal tangkai dibuang.

Kriteria utama bunga potong meliputi penampilan yang baik, menarik, sehat atau bebas hama dan penyakit. Kriteria ini dibedakan menjadi 3 kelas yaitu: kelas satu untuk konsumen di hotel dan florist besar. Untuk kelas ini, panjang tangkai bunga lebih dari 70 sentimeter, diameter pangkal tangkai bunga lebih 5 milimeter. Sedangkan kelas dua dan tiga untuk konsumen rumah tangga, florits menengah dan dekorasi massal. Kelas ini panjang tangkai bunga kurang dari 70 sentimeter dan diameter pangkal tangkai bunga kurang dari 5 milimeter.

Sumber : http://situsbunga.blogspot.co.id/2009/12/bunga-krisan.html

Jumat, 09 Desember 2016

Transportasi Sel Dan Mekanismenya

Edit Posted by with No comments
 Transportasi Sel Dan Mekanismenya


 Artikel akan membahas mengenai "Transportasi Sel dan Mekanismenya" yang merupakan lanjutan dari artikel "Struktur Sel Hewan (Bagian-bagian sel Hewan)". Salah satu peran membran plasma pada sel adalah sebagai pintu gerbang lalu lintas zat dari dan kedalam sel. Begitu banyak lagi terus-menerus zat yang melewati membran sel tersebut menyebabkan terjadinya lalu lintas.
Lalu lintas pada membran tersebut dibagi menjadi 2 yaitu dengan transport pasif dan transport aktif.

1. Transpor Pasif

Transport pasif adalah perpindahan molekul-molekul yang melewati gradien konsentrasinya yang tidak membutuhkan energi dan bersifat spontan. Yang termasuk kedalam transport pasif adalah difusi, difusi terfasilitasi dan osmosis.

a. Difusi

Difusi adalah perpindahan zat terlarut dari daerah konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Perbedaan konsentrasi antara kedua zat tersebut disebut dengan gradien konsentrasi. Difusi akan berlanjut sampai gradien tersebut telah diileminasi (dikeluarkan). Setelah gradien konsentrasi telah dieliminasi,maka tidak ada lagi pertukaran atau pergantian senyawa yang terjadi. Meskipun senyawa dapat melintasi keluarnya dari 1 daerah kedaerah lainnya sehingga akan diimbangi dengan pergerakan jumlah senyawa yang sama kearah berlawanan.

Secara biologis, difusi sangatlah penting. Karena gradien konsentrasi dalam tubuh akan dieliminasi. Contohnya, aktivitas metabolisme yang mengkonsumsi O2 yang akan mengurangi konsentrasi dalam darah, maka difusi O2 dalam alveoli pada paru-paru memungkinkan untuk diisi kembali. Kedua zat partikel yang terlarut sebagai zat terlarut dan pelarutnya sebagai larutan yang mengalami difusi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi laju difusi melintasi membran plasma :
  • Keracunan dari gradien konsentrasi : semakin besar perbandingan antara kedua sisi membran, maka semakin tinggi pula laju difusi dan sebaliknya.
  • Suhu : semakin tinggi suhu, maka semakin cepat laju difusi dan sebaliknya
  • Penyebaran massa zat : semakin besar penyebaran massa partikel, maka semakin lambat lju difusi dan sebaliknya.
  • Luas permukaan : semakin luas permukaan membran maka semakin cepat laju difusinya dan sebaliknya.
  • Adanya cairan tambahan : contohnya pada pneumonia (radang paru-paru), maka cairan pada paru-paru akan meningkat, dan cairan tersebut bisa menjadi memperlambat dari difusi oksigen melalui membran ke aliran darah.
- Difusi Terfasilitasi

Difusi sederhana dengan difusi terfasilitas memiliki perbedaan yaitu, difusi terfasilitasi terjdai melalui carrier spesifik dan memiliki kepeceatan transport maksimum. Suatu bahan yang ditransport dengan cara difusi terfasilitasi ini akan terikat dahulu pada carrier protein yang spesifik, dan kemudian ikatan tersebut akan membuka channel tertentu untuk membawa ikatan tersebut kedalam sel. jika konsentrasi bahan tersebut terus ditingkatkan, maka jumlah carrier akan habis berikatan dengan bahan teersbut sehingga kecepatan difusi menjadi maksimal, dan hal ini tidak terjadi pada difusi sederhana.

-Transport­ Ion­­ Channel

Transport­ Ion­­ Channel digunakan bagi ion-ion yang sulit ditransport dengan difusi akibat dari muatan listriknya. Ion channel memiliki sifat yang sangat selektif dan terbukanya channe tersebut diakibatkan oleh potensial listrik yang ada disepanjang membran sel dan melalui neurotransmitter.

b. Osmosis

Osmosis adalah perindahan dari larutan berkonsentrasi rendah ke konsentrasi yang lebih tinggi melalu suatu membran semi permeabel. Membran semi permeabel tersebut hasus dapat dilewati oleh pelarut tetapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradien konsentrasi sepanjang membran. Osmosis merupakan peristiwa yang alami dan peristiwa tersebut dapat dihambat dengan meningkatkan konsentrasi yang lebih rendah sampai gradien konsentrasinya sama. Dan osmosis akan terhenti karena tidak ada lagi perbedaan konsentrasi.

Contohnya, pada darah yang ditambahkan air, maka air akan masuk kedalah sel darah. Molekul air
tersebut akan masuk kedalam molkeul darah dan mengakibatkan tekanan dan volume darah menjadi naik.  Dan tekanan tersebut disebt dengan tekanan osmosis, dimana pelarut memberikan tekanan terhadap zat terlarut.

2. Transport Aktif

Transport aktif adalah perpindahan  yang memerlukan energi untuk memasukkan dan mengeluarkan ion-ion dan molekul melalui membran sel semi permebel. Transport aktif bertujuan untuk menjaga kestabilan molekul-molekul kecil didalam sel. transort aktif dipengaruhi oleh muatan listrik diluar maupun didalam sel. muatan listrik tersebut ditentukan oleh ion-ion diantaranya, ion kalium, ion natrium dan ion klorin. Jika sel didinginkan maka transport aktif dapat berhenti dan bisa menyebabkan keracunan atau kekurangan energi.
Protein integral pada membran diperlukan pada transport aktif sebagai molekul pengangkut. Dimana didalam molekul tersebut  terdpat situs pengikatan. Proses transort aktif dimaulai dengan pengambilan tiga ion natrium dari dalam sel dan mengmpati posisi pengikatan protein integral, dimana energi diperlukan untuk mengubah bentuk protein integral membran yang sebelmunya membuka kearah dalam sel berubah arah buakaannya keluar sel. Kemudian dari luar sel, 2 ion kalium menempati posisi situs pengikatan pada protein integral. Dan bentuk protein integral pada membran berubah, yang sebelumnya membuka kedalam sel dan kemudian ion kalium dilepaskan kedalam sel.

a. Endositosis

Endositosis adalah perpindahan molekul dari materi yang sangat kecil kedalam sel dengan membentuk vesikula baru dari membran plasma. Langkah-langkah endositosis pada dasarnya merupakan kebalikan dari eksositosis, sebagian kecil dari luas membran plasma terbenam kedalam membentuk kantong. Ketika kantong tersebut semakin dalam, kantong tersebut terjepit membentuk vesikula yang berisi materi yang didapatkan dari luar sel.
Endositosis dibutuhkan untuk berbagai fungsi yang penting bagi sel, karena endositosis dapat meregulasi berbagai macam proses misalnya, masuknya obat, pertumbuhan dan differensiasi, mitosis, polaritas sel, presentasi antigen, neurotransmisi, masuknya patogen, reseptor sinyal, pengambilan nutrisi, adhesi dan migrasi.
Proses endositosis termasuk kedalam transport aktif, karena proses tersebut melawan kadar gradien yaitu dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi serta memerlukan energi. Endositosis terbagi menjadi dua yaitu, fagositosis dan pinositosis.

  • Fagositosis, disebut juga dengan pemakan seluler, dimana dalam prosesnya sel memakan suatu partikel dengan pseudopod yang membaluts disekeliling partkel tersebut dan membungkusnya pada kantong berlapis membran yang cukup besar (digolongkan sebgai Vakuola), dimana partikel tersebut dicerna setelah vakuola berakumulasi dengan lisosom yang mengandung hidrolitik (sejenis enzim yang menghancurkan).
  • Pinositosis, disebut juga dengan peminum seluler, karena pada prosesnya sel meneguk tetesan fluida ekstraseluler didalam vesikula (kantong) kecil.

b. Eksositosis

Eksositosis adalah proses sel mensekresikan makromolekul dengan cara mengakumulasikan(menggabungkan) vesikula dengan membran plasma, vesikula transport (kantong transport) yang terlepas dari aparatus golgi dipindahkan oleh sitoskleton ke membran plasma. Dan ketika membran vesikula dan membran plasma bertemu, maka molekul lipid bilayer menyusun ulang dirinya sendiri shingga kedua membran tersebut bergabung.
Banyak sel sekretoris menggunakan cara eksositosis untuk mentransport (mensekresikan) produk-produk yang dihasilkan oleh sel sekretoris tersebut. Contohnya, sel beta pada pankreas menghasilkan insulin yang akan dikirim ke saluran darah melalui eksositosis.
Demikianlah artikel kali ini, tetaplah terus bersama blog "Hewan dan Ternak" dan temukan berbagai artikel menarik lainnya! :)

Pustaka :

http://andawandasari.blogspot.com/2011/11/transportasi-membran-sel.html
http://biologifuntirta.blogspot.com/2012/06/transpor-aktif-dan-transpor-pasif.html
http://ceritabiologi.wordpress.com/2012/06/14/transportasi-sel/

Sumber : http://hewandanternak.blogspot.co.id/2014/04/transportasi-sel-dan-mekanismenya.html

Music

small rss seocips Music MP3
My Best Music