Jumat, 09 Desember 2016

Struktur Sel Hewan

Edit Posted by with No comments
Struktur Sel Hewan
Sel merupakan satuan unit terkecil yang menjadi penyusun tubuh makhluk hidup, termasuk hewan. Maka dari pada itu mempelajari sel merupakan basic ilmu dari mempelajari suatu organisme.
Sel hewan dan tumbuhan mempunyai struktur penyusun yang secara keseluruhan ada perbedaan walaupun banyak juga persamaan, dimana setiap komponen/elemen ada pada sel hewan namun tidak ada pada sel tumbuhan dan sebaliknya. Tetapi perbedaan struktur sel tersebut kembali lagi kepada fungsinya yang berbeda pula yang dibutuhkan sel hewan maupun sel tumbuhan. 

Struktur Sel Hewan (Bagian-bagian sel Hewan)

Struktursel hewan, secara umum tersusun atas protoplasma. Protoplasma adalah komponen hidup dalam sel yang berupa cairan koloid yang merupakan campuran bahan-bahan organik seperti karbohidrat, protein, lemak dan juga bahan organik lainnya serta organel-organel sel tetapi biasanya tidak termasuk vakuola yang besar. Protoplasma terdiri atas 3 bagian utama yaitu membran sel, sitoplasma dan inti sel (nukleus).
a. Membran Sel
Membran sel atau disebut juga dengan membran plasma merupakan bagian sel yang sangat penting bagi sel, mengapa demikian? Mengingat kepada fungsi dari membran sel tersebut sangatlah krusial, dengan memahami fungsi membran sel dibawah ini maka anda akan memahami sampai dimana dan bagaimana pentingnya membran sel tersebut.
Fungsi Membran Sel (Membran Plasma)
  • Sebagai sekat pembatas antar sel
  • Sebagai pelindung sel agar komponen dalam sel tetap terjaga
  • Sebagai pengontrol transportasi sel, reseptor atau penerimaan rangsangan yang berasal dari luar sel. Sehingga membran bisa menentukan bahan-bahan apa saja yang bisa melintasinya
  • Menjaga perbedaan utama isi sel dengan lingkungan sekitar sel
  • Sebagai reseptor
  • Mengontrol pengeluaran dan pemasukan zat dari dan keluar sel
  • Tempat terjadinya berbagai reaksi biokimia

Membran sel atau membran plasma merupakan bagian terluar yang membungkus sel hewan. Membran sel selektif permeabel dan juga selektif permeabel. Dikatakan selekif permeabel karena membran sel hanya bisa dilewati oleh molekul-molekul tertentu seperti, glukosa, gliserol, asam amino dan berbagai ion. Dikatakan bersifat semi permeabel karena dapat dilewati oleh air dan gas yang terlarut.
Fosfolipid dan protein pada membran plasma mempengaruhi fungsi spesifik dari membran plasma tersebut. Tadi dikatakan bahwa membran sel sebagai pengontrol transportasi sel. Terus pertanyaannya bagaima pula transportasi zat melalui membran plasma tersebut?. Jawab : berdasarkan kebutuhan energi, transport sel tersebut terbagi atas dua yaitu transpor aktif dan transpor pasif.
Transpor pasif adalah dimana dalam melakukan transpor tidak memerlukan energi misalnya osmosis dan difusi. Sedangkan transpor aktif adalah dimana dalam melakukan traspor memerlukan energi misalnya, tranport ion, endositosis dan eksositosis. Dan mengenai mekanisme transport pada sel ini insya allah akan dibahas khusus pada artikel selanjutnya.

b. Inti sel (Nukleus / Nucleus)

Inti sel atau nukleus biasanya posisinya ditengah-tengah sel. Dan umumnya secara normal satu sel mempunyai satu inti dan ada juga lebih dari satu inti misalnya pada sel otot lurik. Inti sel berisikan butir-butir kromatin yang dihubungkan oleh benang-benang kromatin membentuk gulungan benang kromatin dan mengandung komponen genetik (pembawa sifat) yaitu uantaian DNA.
Nukleus mengandung cairan inti yang disebut nukleoplasma, yang disusun atas molekul asam inti yaitu DNA/RNA, protein inti serta benang-benang kromatin. Didalam inti sel terdapat anak inti yang disebut dengan nukleolus. Nukleolus berstruktur bulat padat dan tidak bermembran, nukleolus diperlukan untuk membentuk molekul RNA.
Fungsi inti sel diantaranya sebagai pengontrol seluruh aktivitas sel dan pewarian sifat. Dan nukleolus berfungsi membentuk berbagai macam molekul RNA, spesifiknya pembentukan RNA Ribosom.

c. Sitoplasma

Sitoplasma merupakan bagian hidup dalam sel yang dibungkus oleh membran plasma dan tidak termasuk inti sel (nukleus) dan didalam sitoplasma terdapat perlengkapan-perlengkapan sel yang disebut organel sel. Dalam sitoplasma juga terdapat cadangan makanan berupa glikogen, pati, tepung dan lemak. Sitoplasma berperan berbagai aktivitas sel misalnya, metabolisme sel, gerakan dan biosintesis unsur dll.
Organel-organel Sel yang Terdapat dalam Sitoplasma antara lain:

1. Mitokondria
Secara etimologi mitokondria berasal dari kata mitos (benang) dan chondrion (butir). Sehingga mitokondria tampak seperti butir benang yang tersebar didalam sitoplasma. Yang jumlahnya dapat mencapai 800 buah dalam satu sel.

Mitokondria mempunyai membran rangkap yaitu membran luar dan membran dalam. Membran luar berstruktur polos dan membran sebelah dalam melipat-lipat kedalam raungan membentuk rigi-rigi. Didalam mitokondria terdapat matriks yang pada dasarnya disebut dengan krista. Dimana didalam matriks tersebut terdapat DNA mitokondria.
Gen-gen pada nukleus akan memberikan informasi atau perintah untuk membentuk enzim-enzim tertentu pada sitoplasma, yang selanjutnya enzim-enzim tersebut masuk kedalam mitokondria yang menyebabkan mitokondria bisa membentuk enzim sendiri dan berkembang dengan baik.
Fungsi mitokondria diantaranya sebagai pusat respirasi sel dan sebagai penghasil energi terbesar didalam sel. Oleh sebab itu pada pengamatan sel-sel yang membutuhkan energi banyak, ditemukan banyak mitokondria misalnya pada sel kelejar, sel otot dan sel lainnya.

2. Retikulum Endoplasma

Retikulum endoplasma atau yang disingkat dengan RE, merupakan saluran berkelok-kelok yang berfungsi sebagai penghubung membran sel dengan membran inti. Setiap sel selalu membentuk protein maka dari itu setiap sel selalu mengandung RE. Dan RE dikelompokkan menjadi dua berdasarkan ada dan tidak adanya ribosom yang menempel, yaitu :
a. RE bergranula kasar, merupakan RE yang mengandung ribosom. Berperan sebagai penampung protein yang disintesis oleh ribosom.
b. RE bergranula halus, merupakan RE yang tidak mengandung ribosom. Berperan membentuk molekul-molekul lemak(lipid), fosfolipid serta steroid.

3. Ribosom

Struktur ribosom seperti butiran-butiran yang terdapat bebas didalam sitoplasma atau menempel pada RE (RE bergranula kasar). Dan secara sruktur, ribosom terdiri atas dua sub-unit yaitu, sub-unit besar (60-S) dan sub-unit kecil (40-S).
Fungsi ribosom diantaranya adalah sebagai tempat pembentukan protein dalam sel. Dan pada ribosom paling sedikitnya terdapat tiga jenis RNA (mRNA, rRNA, dan tRNA)  yang dibutuhkan untuk membaca kode yang dikirim dari nukleus, sehingga kode tersebut bisa diterjemahkan jenis protein mana yang akan dibentuk dalam ribosom.
Perbedaan ribosom pada RE (Retikulum Endoplasma) dengan ribosom bebas :
Ribosom yang menempel pada RE akan ditampung dalam ruang RE , ang berfungsi sebgai enzim protein, reseptor pada permukaan sel dan sebagai pengangkut protein. Sedangkan ribosom bebas dalam sitoplasma umumnya protein-protein yang dibuatnya digunakan oleh sel itu sendiri.

4. Badan Golgi / Kompleks Golgi

Kompleks golgi atau sering juga disebut dengan badan golgi, pertama kali ditemukan pada sel syaraf oleh Camilo Golgi, yang merupakan seorang sarjana kebangsaan Italia pada tahun 1898. Badan golgi terdiri atas kantung-kantung pipih (sistema).
Protein-protein yang dibentuk oleh ribosom pada REK (Retikulum Endoplasma Kasar) yang berperan sebagai membran retikulum endoplasma akan terlepas menuju badan golgi. Selanjutnya dalam ruang badan golgi ini protein diolah kembali, seperti mendapat asupan karbohidrat, gugus fosfat atau gugus lemak. Setelah diolah sempurna, maka gelembung-gelembung sekresi mengangkutnya menuju ke permukaan sel.
Selanjutnya, jika mebran gelembung-gelembung sekresi sudah bersatu dengan sel, maka bahan-bahan tersebut akan disekresikan keluar sel dengan cara eksositosis. Berdasarkan hal tersebutlah badan golgi dapat disimpulkan, bahwa badan golgi tersebut berperan sebagai alat sekresi protein dan lendir, sehinggan badan golgi disebut juga dengan organel sekresi.

5. Lisosom

Lisosom strukturnya berbentu oval (bundar) yang berisi sejumlah enzim pencernaan dan dibatasi oleh membran tunggal. Contohnya pada proses fagositosis bakteri oleh sel darah putih (leukosit) selanjutnya akan dicerna kembali oleh enzim-enzim lisosom. Lisosom juga mencernakan organel-organel sel yang sudah tua atau yang sudah rusak. Selajutnya tempat organel yang dicernakan tadi akan diisi lagi oleh organel yang baru. Pada sel spermatozoa, lisosom terdapat pada kepala spermatozoa yang berperan penting pada proses fertilisasi, saat proses penembusan sperma masuk kedalam ovum (sel telur).

6. Peroksisom

Peroksisom berstruktur mirip dengan lisosom yang biasanya berukuran lebih kecil daripada lisosom. Peroksisom mengandung banyak ezim yang berkontribusi dengan metabolisme H2O2 yang salah satu contohnya adalah enzim katalase. Enzim katalase banyak terdapat pada sel hati dan ditemukan juga pada semua sel hidup.
Enzim katalase tersebut berfungsi untuk menguraikan H2O2 (hidrogen peroksida) menjadi H2O (air) dan O2 (oksigen). Senyawa H2O2 bersifat racun yang bisa merusak sel, terbentuknya senyawa ini dalam proses respirasi sel.

7. Sitoskeleton

Sitoskleton merupakan dari benang-benang yang tesusun dari flagelum dan silium. Sitoskleton berfungsi sebagai mempertahankan bentuk sel dan sebagai penyokong sel. dan juga berperan pada perubahan pada bentuk sel dan erat kaitannya dengan gerak dari organel sel dan gerak dari keseluruhan sel.
Benang yang menyusun sitoskleton dapat dibedakan menjadi 3 yaitu :
a. Mikrofilamen, merupakan benang-benang tipis yang sering disebut degan filamen aktin, benang-benang protein aktin memiliki diameter sekitar 7 nanometer, yang tidak dimiliki oleh semua sel. Fungsi mikrofilamen diantaranya untuk gerak ameboid, pembelahan sel,kontraksi otot, mempertahankan bentuk sel dan berperan juga dalam mengubah bentuk sel.
b. Mikrotubulusmikrotubulus berbentuk pipa atau tabung dengan diameter 25 nm yang tersusun atas molekul jenis tubulin. Berfungsi pada pergerakan sel, penempatan dan pergerakan organelm, mempertahankan bentuk sel serta gerak kromosom.
c. Filamen antara (Intermediet Filament)Tersusun atas komposisi protein yang berbeda-beda antara jenis satu dengan jenis sel lainnya. Berperan dalam memperkuat dan mempertahankan bentuk sel. sangat dominan keberadaannya dalam sel yang sering mendapat tekanan mekanik misalnya pada sepanjang serabut syaraf dan sel-sel epitel kulit.

8. Sentriol

Sentrosom secara umum terdapat pada seluruh sel hewan, strukturnya berbentuk bintang yang letaknya pada sitoplasma dekat dengan membran inti. Pada saat pembelahan sel mitosis mapun meisosis, sel mengandung 2 sentriol yang terdapat dalam sentrosom. Sebuah sentriol tersusun atas 9 set tabung yang berisikan masing-masing tig buah mikrotubul yang berfungsi sebagai penggerak kromosom pada saat pembelahan sel.
Ketika sel membelah, sentrosom menggandakan dirinya dengan membentuk 2 sentrosom yang pindah keujung yang berlawanan sel. Masing-masing sentrosom selanjutnya mengeluarkan gelondong yang harusnya memisahkan DNS sel, membedakan sel kedalam 2 tiruannya yang selanjutnya dapat pecah menjadi sel segar. Sentriol juga berperan dalam menyediakan bantuan struktural untuk nukleusnya.

Demikianlah artikel mengenai "Struktur Sel Hewan (Bagian-bagian sel Hewan)". Semoga bermanfaat.

Pustaka :

http://www.biologi-sel.com/2012/06/struktur-sel-hewan-dan-sel-tumbuhan.html
Riandari, Henny. 2009. Theory and Application of Biology. Solo. PT Tiga serangkai Pustaka Mandiri.
http://de-fairest.blogspot.com/2014/02/struktur-sel-hewan.html
http://rg-entongrahmat.blogspot.com/2009/08/membran-sel-bersifat-semi-permeabel.html
http://tttrrriewahyunie.blogspot.com/2012/11/transpor-aktif-dan-pasif.html
Sumber : http://hewandanternak.blogspot.co.id/2014/04/struktur-sel-hewan-bagian-bagian-sel.html

Penyusun Protoplasma Sel

Edit Posted by with No comments

PENYUSUN PROTOPLASMA SEL

  • Protoplasma adalah elemen utama sebuah sel mudahnya semua bagian sel yang hidup   
  • Protoplasma pada semua sel terdiri atas dua komponen utama, yaitu air dan komponen anorganik / komponen organik.
  • Dari reaksi reaksi kimia yang terjadi antara senyawa senyawa inilah yang mengakibatkan adanya gejala gejala kehidupan di protoplasma
  • Gejala kehidupan itu misalnya metabolisme , tumbuh , bergerak , berkembang biak , sirkulasi zat dll
  • Misalnya yang mudah respirasi , fotosintesis , sintesis lemak dan lain lain OK
  • Komponen-komponen anorganik terdiri atas air, garam-garam mineral, gas oksigen, karbon dioksida, nitrogen, dan amonia,
  • Komponen organik terutama terdiri atas karbohidrat, lipida, protein, dan beberapa komponen-komponen spesifik seperti enzim, vitamin, dan hormon
Pada sel hewan dan tumbuhan, protoplasma mengandung sekitar
  1. 75-85% air,
  2. 10-20% protein
  3. 2-3% lipida
  4. 1% karbohidrat
  5. dan 1% zat-zat anorganik lainnya (De Robertis et al., 1975).
Jadi air terlihat merupakan komponen utama hampir 2/3 nya jumlah air yang 2/3 itulah menyebabkan protoplasma bersifat tidak pekat dan adanya senyawa diluar air berupa bahan organik dan anorganik itulah menyebabkan protoplasma bersifat tidak cair, sehingga kemudian protoplasma disebut Koloid tidak kental tidak encer OK 
Untuk itulah memungkinkan dugaan sel itu hidup karena terjadi transportasi cairan dari luar ke dalam secara osmosis dari air yang encer diluar ke protoplasma yang koloid
Jadi Sekali lagi Protoplasma bersifat koloid yang berarti tidak kental dan tidak cair jika dianalisa pasti disusun air dan senyawa diluar air 
Berikut penjelasan Sistem Koloid tersebut  dijelaskan oleh Sachs dalam analisa abu
  • Dan bila semua senyawa senyawa organik itu diurai menjadi unsur unsurnya maka terlihat Carbon ,Hidrogen , Oksigen dan Nitrogen ( CHON) merupakan empat unsur utama yang ada di dalam protoplasma / Unsur Makro.
  • Agar jelas prosentasenya ini kami sajikan sampai berapa prosentasinya , Sachs pernah melakukan experimen dengan cara Analisa abu , dengan membakar Organ daun hingga menjadi abu dengan menghilangkan unsur air yang mendominasi
  • Dan kemudian Abu itu dianalisa
Berikut tabel analisis yang ada komponen / unsur unsur penyusun protoplasma

Jadi analisa abu bisa digunakan untuk mengetahui bahwa protoplasma tidak hanya tersusun atas air , namun juga senyawa diluar air , adanya senyawa diluar air , dengan menghilangkan air nya secara otomatis tersisa abu , abu itulah setelah dianalisa tersusun atas unsur unsur diatas , unsur itu dipastikan penyusun Karbohidrat (CHO) , lemak (CHO) dan Protein (CHON) OK
Jadi sekali lagi Protoplasma tersusun atas Air dan senyawa diluar air berupa senyawa baik anorganik maupun Organik bisa berupa karbohidrat , Lemak , Protein , Asam Nuklead yang jika diurai setelah organisme mati akan membentuk unsur unsur seperti diatas OK

Berikut akan diuraikan pentingnya masing masing komponen itu

AIR

  • Di dalam sel, air terdapat dalam dua bentuk,
  • Dua bentuk itu yaitu bentuk bebas dan bentuk terikat.
  • Air dalam bentuk bebas mencakup 95% dari total air di dalam sel.
  • Umumnya air berperan sebagai pelarut dan sebagai medium dispersi sistem koloid. Air dalam bentuk terikat mencakup 4-5% dari total air di dalam sel
  • Kandungan air pada berbagai jenis sel bervariasi diantara tipe sel yang berbeda.
  • Kandungan air (persen dari berat basah total) pada hati tikus 6—72%, otot rangka tikus 76% , telur bintang laut 77%, E. coli 73%, dan biji jagung 13% tentu berbeda beda karena lingkungan dan perannya
  • Air merupakan medium tempat berlangsungnya transpor nutrien, reaksi-reaksi enzimatis metabolisme sel dan transpor energi kimia
  • Di dalam sel hidup, kebanyakan senyawa biokimia dan sebahagian besar dari reaksi-reaksinya berlangsung dalam lingkungan cair.
  • Air berperan aktif dalam banyak reaksi biokimia dan merupakan penentu penting dari sifat-sifat makromolekul seperti protein
  • Karena stryktur Air mempunyai produk ionisasinya seperti ion O+ dan H maka sangat mempengaruhi berbagai sifat komponen penting sel seperti enzim, protein, asam nukleat, dan lipida.
  • Hal yang sering muncul sebagai contoh, aktivitas katalitik enzim sangat tergantung pada konsentrasi ion H+ dan OH-
  • Karena itulah , semua aspek dari struktur dan fungsi sel harus beradaptasi dengan sifat-sifat fisik dan kimia air.
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa air merupakan komponen sel yang dominan dan berfungsi untuk :
  1. Pelarut berbagai zat organik dan anorganik, misalnya berbagai jenis ion-ion, glukosa, sukrosa, asam amino, serta berbagai jenis vitamin.
  2. Bahan pengsuspensi zat-zat organik dengan molekul besar seperti protein, lemak, dan pati. Dalam hal tersebut, air merupakan medium dispersi dari sistem koloid protoplasma.
  3. Air merupakan media transpor berbagai zat yang terlarut atau yang tersuspensi untuk berdifusi atau bergerak dari suatu bagian sel ke bagian sel yang lain.
  4. Air merupakan media berbagai proses reaksi-reaksi enzimatis yang berlangsung di dalam sel.
  5. Air digunakan untuk mengabsorbsi panas dan mencegah perubahan temperatur yang drastis atau mendadak di dalam sel.
  6. air sebagai bahan baku untuk reaksi hidrolisis dan sintesis karbohidat . misal dalam fotosintesis
  7. OK
  • Air mempunyai titik lebur, titik didih dan panas penguapan yang lebih tinggi dibandingkan dengan hampir semua cairan.
  • Kenyataan ini menunjukkan adanya gaya tarik yang kuat diantara molekul-molekul air yang berdekatan yang memberikan air gaya kohesi internal yang tinggi.
  • Sebagai contoh, panas penguapan merupakan ukuran langsung dari jumlah energi yang dibutuhkan untuk mengalahkan gaya tarik menarik diantara molekul air yang berdekatan, sehingga molekul tersebut dapat saling berpisah dan masuk ke dalam fase gas.

Tabel Titik lebur, titik didih dan panas penguapan air dan beberapa pelarut lainnya (Lehninger, 1988).

  • Besarnya daya tarik antara dua molekul air yang berdekatan disebabkan karena setiap atom hidrogen menggunakan sepasang elektron secara bersama-sama dengan atom oksigen
  • Hal inilah yang menyebabkan atom molekul air berbentuk huruf V atau tetrahedral.

  • Sisi oksigen yang berhadapan dengan dua hidrogen relatif kaya akan elektron, sedangkan pada sisi lainnya, inti hidrogen yang relatif tidak ditutupi membentuk daerah dengan muatan positif sehingga dikatakan bahwa molekul air bersifat dipolar atau dwikutub (Mayes, 1988; Lehninger, 1988) karena pemisahan muatan tersebut,
maka dua molekul air dapat tertarik satu dengan yang lainnya oleh gaya elek-trostatik diantara muatan negatif sebagian pada atom oksigen dari suatu molekul air dan muatan positif sebagian pada atom hidrogen dari molekul air yang lain. Jenis interaksi elektrostatik ini disebut ikatan hidrogen.

  • Ikatan hidrogen segera terbentuk antara atom yang bersifat elektronegatif, biasanya atom oksigen atau nitrogen, dan suatu atom hidrogen yang berikatan kovalen dengan atom elektronegatif lainnya pada molekul yang sama atau molekul lain.
  • Atom hidrogen yang berikatan dengan atom elektronegatif kuat seperti oksigen cenderung mempunyai muatan positif kuat sebagian.
  • Akan tetapi, atom hidrogen yang berikatan kovalen dengan atom karbon yang tidak bersifat elektronegatif tidak berpartisipasi dalam pembentukan ikatan hidrogen.
GARAM MINERAL
  • Kandungan garam-garam mineral pada berbagai tipe sel sangat bervariasi
  • Di dalam sel, garam-garam mineral dapat mengalami disosiasi menjadi anion dan kation.
  • Bentuk-bentuk anion dan kation tersebut dinamakan ion.
  • Ion-ion dapat terlarut di dalam cairan sel atau terikat secara khusus pada molekul-molekul lain seperti protein dan lipida.
Secara umum, garam-garam mineral memiliki dua fungsi yaitu :
  1. Fungsi osmosis, dalam arti bahwa konsentrasi total garam-garam terlarut berpengaruh terhadap pelaluan air melintasi membran sel
  2. Fungsi yang lebih spesifik, yaitu peran seluler setiap ion terhadap struktur dan fungsi dari partikel-partikel seluler dan makromolekul.
PERAN GARAM MINERAL 
  • Berbagai jenis garam-garam mineral sangat penting untuk kelangsungan aktivitas metabolisme sel, misal-nya ion Na+ dan K+,
  • ion Na+ dan K+, berperan dalam memelihara tekanan osmosis dan keseimbangan asam basa cairan sel.
  • Retensi ion-ion menghasilkan peningkatan tekanan osmosis sebagai akibat masuknya air ke dalam sel.
  • Beberapa ion-ion anorganik berperan sebagai kofaktor dalam aktivitas enzim, misalnya ion magnesium , ferrum
  • Fosfat anorganik digunakan dalam sintesis ATP yang mengsuplai energi kimia untuk proses kehidupan dari sel melalui proses fosforilasi oksidatif.
  • Ion-ion kalsium dijumpai dalam sirkulasi darah dan di dalam sel.
  • Di dalam tulang, ion-ion kalsium berkombinasi dengan ion-ion fosfat dan karbonat membentuk kristalin.
  • Fosfat dijumpai di dalam darah dan di dalam cairan jaringan sebagai ion-ion bebas, tetapi fosfat di dalam tubuh banyak terikat dalam bentuk fosfolipida, nukleotida, fosfoprotein, dan gula-gula terfosforilasi (De Robertis et al., 1975).

  • Di dalam sel juga terkandung berbagai jenis gas yang berasal dari lingkungan atau dihasilkan oleh metabolisme sel.
  • Beberapa gas yang terdapat di atmosfer dapat masuk ke dalam sel misalnya gas oksigen (O2), karbon dioksida (CO2), dan gas nitrogen (N2).
  • Di dalam sel, oksigen berperan untuk mengoksidasi bahan-bahan makanan.
  • Karbon dioksida selain berasal dari lingkungan luar, juga dihasilkan dalam oksidasi bahan makanan sebagai hasil sampingan.
  • CO2 dapat bereaksi dengan air membentuk asam karbonat yang selanjutnya mengalami disosiasi membentuk ion hidrogen dan bikarbonat dengan reaksi sebagai berikut :

  • C6H12O6 + 6 CO2 --------> 6 H2O + 6 CO2 + Energi
  • CO2 + H2O -------> H2CO3
  • H2CO3 ---------> H+ + HCO3-

  • Umumnya karbon dioksida di dalam sel berada dalam bentuk bikarbonat atau karbonat

KOMPONEN ORGANIK 

  1. Protein
  2. Karbohidrat
  3. Lemak  

Komponen Organik
  • Komponen-komponen organik sel terdiri atas protein, lipid, karbohidrat, dan beberapa komponen-komponen spesifik lainnya seperti enzim, vitamin, dan hormon.
  • Lebih kurang 10-20% isi sel terdiri atas protein.
  • Protein merupakan makromolekul dengan berat molekul berkisar antara 10.000-10.000.000.
  • Sedangkan karbohidrat di dalam sel kurang lebih 1% dan umumnya dalam bentuk monosakarida, disakarida, dan oligosakarida
  • Lipida berkisar 2-3%.
  • Masing-masing komponen organik sel tersebut akan dibahas secara terpisah pada uraian selanjutnya.

Protein
  • Protein adalah makromolekul yang terdiri atas asam-asam a-amino yang saling berikatan dengan ikatan kovalen diantara gugus a-karboksil asam amino dengan gugus a-amino dari asam amino yang lain.
  • Ikatan di antara asam amino disebut ikatan peptida.
  • Beberapa unit asam amino yang berikatan dengan ikatan peptida disebut polipeptida.
  • Molekul protein dapat terdiri atas satu atau sejumlah rantai polipeptida dan setiap rantai dapat terdiri atas ratusan hingga jutaan residu asam amino.

Klasifikasi
Hingga saat ini belum ada klasifikasi protein yang secara umum memuaskan.
Klasifikasi protein yang menonjol didasarkan pada antara lain:

  1. Kelarutan
  2. Bentuk keseluruhan
  3. Peranan biologis
  • Pembagian protein juga dapat dilakukan berdasarkan fungsi dan strukturnya.
Berdasarkan fungsinya, protein diklasifikasikan menjadi
  1. Protein enzim, berperan dalam mempercepat reaksi-reaksi biokimia,
  2. Protein sruktural, membentuk struktur-struktur biologis,
  3. Protein transpor, berperan sebagai pengangkut subtansi-subtansi penting,
  4. Protein pertahanan, melindungi tubuh dari invasi benda-benda asing.
Berdasarkan strukturnya, protein diklasifikasikan menjadi:
  1. Protein globular, memiliki pelipatan-pelipatan yang kompleks, struktur tertier dengan bentuk yang tidak teratur.
  2. Protein serabut ( Protein fibrosa ) memanjang, lipatan sederhana,umum dijumpai pada protein struktural.
  • Dalam uraian berikut ini hanya dibahas klasifikasi berdasarkan bentuk dan peranan biologisnya.
Berdasarkan bentuknya, protein dibagi menjadi :
  1. Protein globular Rantai polipeptida mengandung banyak lipatan dan berbelit. Rasio aksial kurang dari 10, misalnya insulin, albumin, globulin plasma, dan kebanyakan enzim.
  2. Protein fibrosa Rantai polipeptida atau kelompok rantai yang membelit dalam bentuk spiral atau heliks, dan dihubungkan oleh ikatan disulfida dan hidrogen.
  • Rasio aksial lebih besar dari 10, misalnya keratin dan miosin.

Ikatan-ikatan pada Struktur Protein
Struktur protein umumnya dipertahankan oleh dua ikatan sangat kuat yaitu
  1. ikatan peptida
  2. ikatan disulfida;
  3. ikatan yang lemah, yaitu ikatan hidrogen, interaksi hidrofobik dan interaksi elektrostatif.
Ikatan peptida
  • Ikatan peptida adalah ikatan yang menghubungkan atom a-karboksil dari suatu asam amino dan atom a nitrogen dari asam amino yang lain.


  • Peptida yang dibentuk oleh dua molekul asam amino disebut dipeptida
  • Bila dibentuk oleh 3 molekul asam amino disebut tripeptida
  • Bila dibentuk oleh banyak molekul asam amino disebut polipeptida.

Ikatan disulfida
  • Terbentuk antara 2 residu sistein yang saling berhubungan 2 bagian rantai polipetida melalui residu sistein.

Ikatan hidrogen
  • Terbentuk antara gugus NH- atau -OH dan gugus C=O dalam ikatan peptida atau -COO- dalam gugus R, misalnya dua peptida mungkin membentuk ikatan hidrogen.

Interaksi hidrofobik
  • Rantai samping non polar asam amino netral pada protein cenderung bersekutu.
Interaksi elektrostatik
  • Merupakan ikatan garam antara gugus yang bermuatan berlawanan pada rantai samping asam amino.

Sifat-sifat Protein
  1. Membentuk ion Protein dalam air mampu membentuk ion + dan -, dalam suasana asam membentuk ion positif dan dalam suasana basa membentuk ion negatif.
  2. Denaturasi Denaturasi adalah perubahan konformasi alamiah menjadi suatu konformasi yang tidak menentu. Hal ini dapat terjadi karena terjadinya perubahan suhu, pH, atau terjadinya suatu reaksi dengan senyawa-senyawa lain misalnya ion-ion logam.
Protein disusun oleh unit Dasar berupa Asam amino ...Apakah Asam amino itu

Asam Amino
  • Asam amino adalah asam karboksilat yang mempunyai gugus amino. Asam amino yang terdapat sebagai komponen protein mempunyai gugus NH2 pada atom karbon a dari posisi gugus -COOH.
  • Atom karbon a dari asam amino kecuali glisin masing-masing dihubungkan pada empat gugus kimia yang berlainan
  • Sehingga atom karbon a bersifat asimetris. Oleh karena itu, molekul asam amino mempunyai dua konfigurasi yaitu D dan L.

  • Molekul asam amino dikatakan mempunyai konfigurasi L, apabila gugus NH2 di sebelah kiri atom karbon
  • Bila gugus NH2 di sebelah kanan atom karbon , maka asam amino tersebut mempunyai konfigurasi D.
Struktur umum asam amino adalah:

Klasifikasi asam amino didasarkan atas:
  • pembentukannya di dalam tubuh dan strukturnya.
Klasifikasi asam amino berdasarkan pembentukannya di dalam tubuh ditunjukkan pada tabel

  • Asam amino esensial adalah asam amino yang tidak dapat dibuat dalam tubuh.
  • Sedangkan asam amino non esensial adalah asam amino yang dapat dibuat dalam tubuh.
Berdasarkan strukturnya, asam amino dikelompokkan menjadi 7 yaitu asam amino dengan rantai samping yang :
  1. Merupakan rantai karbon yang alifatik, misalnya glisin, alanin, valin, leusin dan isoleusin.
  2. Mengandung gugus hidroksil, misalnya serin dan threonin
  3. Mengandung atom belerang, misalnya sistein, dan metionin
  4. Mengandung gugus asam atau amidanya, misalnya asam aspartat, aspargin, asam glutamate, dan glutamine.
  5. Mengandung gugus basa, misalnya arginin, lisin, hidroksilisin dan histidin
  6. Mengandung cincin aromatic, misalnya fenilalanin, tirosin dan triptofan.
  7. Membentuk ikatan dengan atom N pada gugus amino, misalnya prolin dan hidroksi prolin
  • Uraian klasifikasi asam amino berdasarkan strukturnya diuraikan lebih detail pada pembahasan berikut. Beberapa rumus kimia asam amino adalah sebagai berikut:


KARBOHIDRAT
  • Molekul karbohidrat adalah substansi yang terdiri atas atom-atom C, H, dan O.
  • Perbandingan antara molekul H dan O adalah 2:1.
  • Jadi memiliki rasio yang sama dengan molekul air (H2O), misalnya:
  1. Ribosa = C6H10O5
  2. Glukosa = C6H12O6
  3. Sukrosa = C12H24O11
Rumusa empiris dari karbohidrat adalah Cn(H2O)n.
  • Dengan dasar perbandingan tersebut, orang pada mulanya berkesimpulan bahwa dalam karbohidrat terdapat air, sehingga digunakan kata karbohidrat yang
berasal dari kata karbon dan hidrat atau air.

  • Karbohidrat sering disebut sakarida.
  • Ada beberapa senyawa yang memiliki rumus empiris seperti karbohidrat tetapi bukan karbohidrat, misalnya C2H4O2 (asam asetat), CH2O (formaldehida).
  • Dengan demikian, senyawa yang termasuk karbohidrat tidak hanya ditinjau dari rumus empirisnya saja, tetapi yang penting adalah rumus strukturnya.
  • Dari rumus struktur, akan terlihat bahwa ada gugus fungsi penting yang terdapat pada molekul karbohidrat.
  • Gugus fungsi itulah yang menentukan sifat senyawa tersebut.
  • Berdasarkan gugus molekul yang ada pada karbohidrat, maka karbohidrat dapat didefenisikan secara kimia sebagai plohidroksialdehid atau polihidroksiketon serta yang menghasilkannya pada proses hidrolisis.
  • Berbagai senyawa yang termasuk kelompok karbohidrat mempunyai molekul yang berbeda-beda ukurannya, yaitu dari senyawa sederhana dengan berat molekul ren-dah hingga berat molekul besar.
Berbagai senyawa terse-but dapat dibagi dalam empat golongan, yaitu
  1. monosakarida
  2. disakarida/ oligosakarida
  3. polisakarida.

Monosakarida
  • Monosakarida sering disebut gula sederhana (simple sugars) adalah karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis menjadi bentuk yang lebih sederhana lagi.
  • Molekulnya hanya terdiri atas beberapa atom karbon saja.
  • Monosakarida dapat dikelompokkan berdasarkan kandungan atom karbonnya, yaitu triosa, tetrosa, pentosa, dan heksosa atau heptosa.
  • Misalnya :
  1. Triosa = (C3H6O3)
  2. Tetrosa = (C4H8O4)
  3. Pentosa = (C5H10O5)
  4. Heksosa = (C6H12O6)
  • Monosakarida atau gula sederhana hanya terdiri atas satu unit polihidroksialdehida atau keton atau hanya terdiri atas satu molekul sakarida.
  • Monosakarida yang umum dikenal mempunyai rumus empiris (CH2O)n, dimana n = 3 atau jumlah yang lebih besar lainnya.
  • Kerangka monosakarida adalah rantai karbon berikatan tunggal yang tidak bercabang.
  • Satu diantara atom karbon berikatan ganda terhadap suatu atom oksigen membentuk gugus karbonil, masing-masing atom karbon lainnya berikatan dengan gugus hidroksil.
  • Jika gugus karbonil berada pada ujung rantai karbon, monosakarida tersebut adalah suatu aldosa, dan jika gugus karbonil berada pada posisi lain, monosakarida tersebut adalah suatu ketosa.
  • Berbagai jenis monosakarida aldosa dan ketosa ditunjukkan pada gambar

Gambar Berbagai jenis monosakarida dalam bentuk aldosa (Frisell, 1982)

Disakarida.
  • Disakarida terdiri atas dua monosakarida yang berikatan kovalen terhadap sesamanya.
  • Pada kebanyakan disakarida, ikatan kimia yang menggabungkan kedua unit monosakarida disebut ikatan glikosida, dan dibentuk jika gugus hidroksil pada salah satu gula bereaksi dengan karbon pada gula yang kedua.
  • Disakarida menghasilkan dua molekul monosakarida yang sama atau berbeda bila mengalami hidrolisis, misalnya:
  1. Maltosa -------> Glukosa + Glukosa
  2. Laktosa -------> Glukosa + Galaktosa
  3. Sukrosa -------> Glukosa + Fruktosa
Oligosakarida menghasilkan 3-6 molekul monosakarida bila mengalami hidrolisis, misalnya :
  1. Maltotriosa -------> 3 residu Glukosa
  2. Rafinosa ---------> Galaktosa+ galaktosa + Fruktosa
  3. Stakiosa ---------> Galaktosa + Glukosa + Fruktosa

Polisakarida
  • Polisakarida atau glikan tersusun atas unit-unit gula yang panjang. 
  • Polisakarida dapat dibagi menjadi dua kelas utama yaitu homopolisakarida dan heteropolisakarida.
  • Homopolisakarida yang mengalami hidrolisis hanya menghasilkan satu jenis monosakarida, 
  • Sedangkan heteropolisakarida bila mengalami hidrolisis sempurna menghasilkan lebih dari satu jenis monosakarida. 
 Sumber : https://biologigonz.blogspot.co.id/2009/12/penyusun-protoplasma-sel.html

Pembelahan Sel (Amitosis, Mitosis, Meiosis)

Edit Posted by with No comments

 Pembelahan Sel (Amitosis, Mitosis, Meiosis)


Pembelahan sel adalah suatu proses pembelahan dari sel induk menjadi dua atau lebih sel anak. Dimana pembelahan sel bertujuan untuk pertumbuhan dan perkembangan, mengganti sel-sel yang telah rusak atau mati, berkembang biak, serta variasi individu baru dll. Sebelum masuk ke macam-macam cara pembelahan sel dan mekanismenya, ada baiknya jia kita mengenal istilah dan konsep dasar pada pembelahan sel yaitu sebagai berikut :
  • Sel yang membelah disebut dengan sel induk.
  • Hasil dari pembelahan sel induk dinamakan dengan sel anak.

Macam-macam Cara Pembelahan Sel

Ada dua cara pembelahan sel secara umumnya yaitu, pembelahan langsung (amitosis) dan pembelahan secara tak langsung yang terdiri atas Pembelahan Mitosis dan Pembelahan Meiosis(Pembelahan Reduksi).

A. Pembelahan Sel Secara Amitosis

Pembelahan amitosis, secara etimologi (secara bahasa) berasal dari penggabungan kata a dan mitos. Dimana A = tidak dan Mitos = benang, jadi pembelahan amitosis adalah pembelahan sel secara langsung atau disebut juga dengan pembelahan sederhana yang didahului dengan pembelahan inti tanpa didhului pembentukan benang spindel, penampakan kromosom, peleburan membran inti dan ciri lainnya. Pembelahan secara langsung ini, basanya terjadi pada makhluk hidup bersel satu (uniseluler) atau pada prokariota misalnya pada Amoeba, Paramecium, Alga biru dll. Pada pembelahan ini, sel anak mewarisi sifat induknya sehingga pembelahan amitosis menghasilkan turunan yang sifat sel anaknya  identik dengan sel induknya.
Pada proses pembelahan amitosis, inti terbelah dahulu menjadi dua bagian, yang mana inti tersebut langsung didistribusikan pada sel anak, dan dan kemudian diikuti dengan pembelahan pada sitoplasmanya dan membran sel. Untuk lebih jelasnya, coba perhatikan gabar dibawah ini secara seksama!

Ciri-ciri Pembelahan Amitosis :
  •  Terjadi pada organisme uniseluler (bersel tunggal) seperti pada : amoeba, parameciu, alga biru dll.
  •  Setipa sel membelah menjadi dua sel anakan

Tujuan pembelahan Amitosis :

  • Untuk reproduksi (memperbanyak diri)

B. Pembelahan Sel Secara Mitosis

Pembelahan mitosis termasuk kedalam pembelahan sel secara tidak langsung, karena pembelahan inti (nukleus) didahului oleh pembentukan benang-benang kumparan sperma (kromosom). Biasanya terjadi pada sel-sel tubuh (sel somatic) dan sel nutfah. Pembelahan secara mitosis akan menghasilkan dua sel anakan yang masing-masing sel anak tersebut, mempunyai sifat dan jumlah kromosom yang sama dengan induknya. Sel-sel tersebut memiliki perbedaan kemampuan dalam kecepatan membelah, ada yang cepat dan ada pula yang lambat. Contohnya pada sel-sel germinatikum pada kulit yang mampu melakukan pembelahan secara cepat untuk menggantikan sel-sel yang rusaka atau sel-sel yang sudah mati. Pada hati, proses pembelahannya berlangsung lama, yaitu dalam waktu tahunan.
Siklus sel adalah urutan-urutan tertentu dalam mekanisme pembelahan sel hingga pembelahan sel lagi untuk membentuk sel anakan. Dan siklus ini terbagi menjadi dua fase yaitu interfase dan fase mitotik.

Tahap Pembelahan Mitosis

1. Interfase (Fase Istirahat)

Interfase merupakan fase istirahat dalam pembelahan sel. dimana pada fase ini, sel melakukan berbagai persiapan untuk melakukan pembelahan selanjutnya dan membutuhkan waktu yang lama dibandingkana dengan fase mitotik (fase pembelahan). Interfase terbagi atas tiga fase yaitu :

a. fase G1 (Fase Growth 1/ Fase Pertumbuhan)

Fase G1 atau fase pertumbuhan merupakan fase yang berlangssung selama 9 jam dan termasuk fase yang paling aktif. Pada fase G1 ini sel mengadakan pertumbuhan dan perkembangan sehingga sel bertambah ukurannya dan volumenya.

b. fase S (Fase Sintesis)

Fase ini berlangsung selama 10 jam dan merupakan fase pembentukan (sintesis) DNA atau penggandaan kromosom.

c. Fase G2 (Fase Gwroth 2/ Fase Pertumbuhan 2)

Pada fase ini terjadi proses sintesis protein, dan pada fase ini sel siap untuk melakukan pembelahan.

2. Mitosis (Fase Pembelahan)

Ciri-ciri Pembelahan Mitosis :
  •  Prosesnya berlangsung pada sel somatik
  •  Menghasilkan dua sel anakan yang sifatnya identik dengan sel induknya
  •  Terjadi satu kali pembelahan dengan 4 fase yaitu : Profase, Metafase, Anaphase dan Telofase.
  •  Antara satu pembelahan dengan pembelahan selanjutnya, terdapat suatu fase yang disebut interfase (fase istirahat).
  • Sel anak memiliki jumlah kromosom yang sama dengan jumlah kromosom induknya dan sel anak mampu untuk membelah lagi.
  • Pada usia muda, dewasa dan tua, pembelahan secara mitosis dapat terjadi.
Fase mitosis (fase terjadi pembelahan) tidak diawali oleh interfase, melainkan interfase merupakan fase antara mitosis dengan mitosis selanjutnya. Jadi antara mitosis dengan mitosis selanjutnya terdapat interfase, dimana pada interfase tersebut sel melakukan berbagai persiapan untuk proses mitosis selanjutnya. Pembelahan sel secara mitosis terbagi pula menjdi 2 fase yaitu kariokinesis dan sitokinesis. Berikut penjabarannya :

- Kariokinesis

Kariokinesis adalah proses pembagian materi inti yang terdiri dari beberapa tahap diantaranya : Profase, Metafase serta Telofase. Dan setiap fase-fase tersebut terdapat pula ciri-ciri yang berbeda didalam tiap-tiap fase tersebut. Diantara beberapa aspek yang berbeda adalah pada kromosom, membran inti, mikro tubulus dan sentriol. Berikut fase pada kariokinesis beserta ciri-cirinya :
a)  Profase
  • Hilangnya nukleus (inti) dan nukleolus (anak inti).
  • Benang-benang kromatin berubah menjadi kromosom dan selanjutnya, setiap keromosom membelah menjadi kromatid dengan 1 sentromer.
  • Pasangan sentriol yang berada dalam sentrosom berpisah dan bergerak menuju kekutub yang berlawanan.
  • Benang-benang spindel atau disebut juga dengan serat-serat gelendong, terbentuk diantara 2 kutub pembelahan.
b)  Metafase

Setiap kromosom yang terdiri atas satu pasang kromatid menuju ketengah sel dan berkumpul pada bidang ekuator (bidang pembelahan), dan kemudian menggantung pada benang spindle melalui sentromer atau kinetokor.

c)  Anaphase

Sentromer dari setiap kromosom, membelah sehingga menjadi dua bagian dengan masing-masing 1 kromatida. Selanjutnya setiap kromatida berpisah dengan pasangannya dan bergerak menuju kekutub yang berlawanan. Dan pada akhir anaphase, semua kromatida sampai pada kutub masing-masing.

d) Telofase
  • Kromatida yang berada pada kutub berubah kembali menjadi benang-benang kromatin.
  • Dinding inti terbentuk kembali dan nukleolus membentuk dua inti baru.
  • Benang-benang spindle menghilang
  • Terjadi sitokinesi (pembelahan sitoplasma) menjadi dua bagian, dan terbetuk membran plasma(membran sel) pemisah ditengah bidang ekuator (bidang pembelahan). Hasilnya terbentuklah 2 sel anak yang memilik kromosom yang sama dengan kromosom indunya.
Hasil dari Mitosis :
  • Satu sel induk (diploid) menjadi dua sel anak yang masing-masing diploid
  • Jumlah kromosom sel anak sama setelah pembelahan tadi, sama dengan jumlah kromosom sel induknya.
- Sitokinesis

Pada proses sitokinesis, sitoplasma sel hewan dibagi menjadi 2 melalui terbentuknya cincin kontraktil yang dibentuk oleh aktin dan miosin pada bagian tengah sel, dimana cincin kontraktil tersebut membentuk alur pembelahan yang akhirnya terbentuknya dua sel anak. Masing-masing sel anak yang terbentuk tersebut mengandung organel-organel sel dan inti sel.

C. Pembelahan Meiosis

Pembelahan secara meiosis adalah pembelahan sel dimana setiap sel kromosomnya dibagi menjadi dua. Pembelahan meiosis disebut juga dengan pembelahan reduksi, karena menghasilkan sel anak yang mempunyai jumlah kromosom setengah dari kromosom sel induknya. Terjadi pada alat reproduksi/gametogonium pada saat gametogenesisi (pembentukan gamet).  Dalam proses pembelahan meiosis, pembelahan terjadi dua kali secara berturut-turut tanpa dselingi dengan interfase (fase intirahat).





Tujuan dari Pembelahan Meiosis
  • Mereduksi kromosom (mengurangi jumlah kromosom)
  • Membentuk gonad/ gametogenesis
  • Tujuan dari reduksi adalah membentuk hasil zygot dari pertemuan sel goand yang selalu sama dengan individu yang ada atau sebelumnya.
Ciri-ciri Pembelahan Meiosis

  • Berlangsung pada organa genetalia (organ reproduksi)
  • Menghasilkan empat sel anakan
  • Terjadi duakali pembelahan yaitu, Meiosis I dan Meiosis II
  • Tidak diselingi dengan interfase (fase istirahat)
  • Sel anak mempunyai separuh jumlah kromosom dari jumlah kromosom induknya
  • Sel anak tidak memiliki kemampuan untuk membelah lagi
  • Pembelahan meiosis mulai terjadi pada pubertas

Tahapa-tahap Pembelahan Meiosis

Meiosis I

Meiosis I terbagi empat (Profase I – Metafase I – Anafase I – Telofase I)

1) Profase I

Profase I dibagi menjadi beberapa tahap, diantaranya :
  • Leptonema adalah benang-benang kromati menebal menjadi kromosom
  • Zigonema adalah tiap kromosom homolog bergandengan, dan tiap pasang kromosom homolog disebut dengan bivalen
  • Pakinema adalah tiapa bagian dari kromosom homolog mengganda, tetapi masih dalah ikatan 1 sentromer sehingga membentuk tetrad
  • Diplonema adalah kromatid dari tiap belahan kromosom memendek dan membesar, serta tampak saling menjauhi tetapi tetap terikat bersama oleh kiasmata (terjadinya pindah silang (crossing over)).
  • Diakinesis adalah kromatid masih melanjutkan gerakan untuk salaing menjauhi dan kiasmata mulai bergerak kearah ujung-ujung kromosom, kemudian sentrososm membentuk 2 sentriol yang masing-masing membentuk benang spindle atau benang gelondong pembelahan. Satu sentriol bergerak kearah kutub yang berlawanan sendangkan yang satunya llagi tetap pada posisi semula. Nukleoplasma (membran inti) dan nukleolus (anak inti) menghilang.
2)  Metafase I

Setiap tedrad, berada pada bidang metaphase atau dataran metaphase.

3)  Anafase I

Tiap-tiap tetrad memisahkan diri dari pasangannya, kemudian bergerak kearah kutub yang berlawanan. Sentromer belum membelah.

4)      Telofase I

Tiap-tiap tetrad makin mendekatai kutub, membran inti dan nukleoplasma muncul kembali, terbentuknya bidang pembelahan pada bagia tengah sel, kromatid meregang dan membentuk benang-benang kromatin, serta terbentuknya dua sel anak yang jumlah kromosonya sama dengan jumlah kromosom induknya.

Meiosis II

1. Profase II
  • Sentrosom membentuk 2 sentriol yang letaknya berlawanan ktub, yang dihubungkan oleh benang spindle.
  • Nukleoplasma dan nukleus hilang
  • Kromatin berubah kromosom yang dijerat oleh benang spindle atau benang gelendong
2. Metafase II
  • Kromosom berada pada bidang equator
  • Kromatid bergandengan (berkelompok) dua-dua
  • Sentromer belum membelah
3. Anafase II
  • Tiap-tiap tetrad memisahkan diri dari pasangannya, kemudian bergerak kearah kutub yang berlawanan.
4. Telofase II
  • Kromatid berkumpul pada kutub pembelahan, kemudian berubah menjadi kromatin
  • Nukleoplasma dan nukleus terbentuk lagi
  • Pada akhir pembelahan meiosis II, terbentuk empat sel yang masing-masing sel mengandung separuh dari kromosom induknya.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan perbedaan antara pembelahan Mitosis dengan Mieosis :


No.
Kriteria Perbedaan
Mitosis
Meiosis
1.
Lokasi pembelahan
Sel-sel tubuh dan sel gonad
Sel gonad/ sel kelamin
2.
Jumlah pembelahan
Satu kali
Dua kali
3.
Jumlah sel anak hasil pembelahan
Satu sel induk menghasilkan dua sel anak
Satu sel induk menghasilkan 4 sel anak
4.
Jumlah kromosom anak
Diploid (2n) diploid (2n)
Diploid (2n) haploid (n)
5.
Pindah silang
Tidak terjadi
Terjadi pada profase I
6.
Komponen genetik
Sama dengan induk
Berbeda dengan  induk
7.
Tujuan
Pertumbuhan dan regenerasi
Reduksi kromosom yaitu pembentukan gamet
 
Sekarang coba perhatikan bagan dibawah ini dengan seksama.





Demikianlah artikel kali ini, mudah-mudahan bermanfaat. Jika ada kesalahan dalam penulisan atau ada bagian yang keliru.

Pustaka :

http://belajarbioyuk.blogspot.com/2010/12/pembelahan-sel.html
http://bupenny.blogspot.com/p/blog-page_1.html
http://carabuatbloggampangdanmudah.blogspot.com/2012/10/makalah-biologi-siklus-dan-pembelahan_2019.html
http://biologiklaten.wordpress.com/bab-26-pembelahan-sel-xii/
http://id.wikipedia.org/wiki/Pembelahan_sel

Sumber : http://hewandanternak.blogspot.co.id/2014/04/pembelahan-sel-secara-amitosis-mitosis-dan-meiosis.html?m=0

Music

small rss seocips Music MP3
My Best Music